Semangat Pelukis Difabel Untuk Terus Berkarya

Diupload oleh Sufaidah Ida
26 Sep 2017


Sadikin Pard (51) terlahir Difabel tanpa memiliki dua tangan. Namun, hal itu tak membuatnya malu dan minder. Justru memiliki kekurangan tak menyurutkannya untuk terus berkarya dan berprestasi. Pelukis asal Malang ini berbeda dengan pelukis seperti biasanya, ia melukis menggunakan jari jemari kakinya dan mampu menghasilkan lukisan bagus nan indah. Pelukis difabel ini patut diacungi jempol. Pasalnya, pria kelahiran 19 Oktober 1966 ini telah melahirkan banyak mahakarya yang mendunia. Bahkan, ia kerap bepergian ke Eropa untuk menghadiri beberapa acara kebudayaan dan mengisi sebuah workshop. "Saya anak ke delapan dari sembilan bersaudara dan orangtua saya tidak membeda-bedakan sama sekali jadi ya saya juga sama seperti lainnya. Itu motivasi saya selama ini," akunya. Ilmu melukis ia dapatkan secara otodidak sejak duduk di bangku TK, dari situ membuat kemampuan melukisnya mulai terasah. "Waktu TK dulu saya belajar menggambar, nah dari situ juga kemampuan melukis saya mulai terasah,"kata Sadikin saat ditemui di acara  festival lukis di Surabaya. “Saya tidak pernah meminta apapun kepada siapapun. Saya hanya ingin berkarya dan produktif, sebab saya hanya ingin menghargai diri saya dengan cara saya sendiri. Jangan pernah meminta orang lain menghargai diri kita, kita sendiri sudah menghargai diri kita sendiri apa belum?” paparnya. Sebagai seorang seniman, lanjutnya, saya tidak pernah berteriak untuk meminta apapun kepada pemerintah. “Saya selalu mengingatkan diri saya sendiri untuk tidak bertanya apa yang saya dapatkan, tapi apa yang sudah saya berikan. Dengan begitu, saya akan termotivasi untuk terus menghasilkan karya. Urusan diperhatikan atau tidak, itu belakangan. Tapi saya yakin, pemerintah tidak akan tutup mata dan telinga,” katanya bersemangat Motivasi diri yang selama ini menjadi pedomannya dalam hidup adalah dirinya percaya bahwa Tuhan tidak akan menelantarkan umat yang selalu berusaha dalam hidup. Kini Sadikin telah membuktikan bahwa keterbatasan bukan menjadi halangan bagi dirinya, ia mampu berkancah di dunia internasional. Menjadi salah satu wakil Indonesia sebagai anggota Association of Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA) di Swiss. Sebagai generasi muda Inspirasi dan motivasi dari beliau patut kita contoh agar kita tetep maju, berkarya dan berprestasi. #Equity30 #UntukIndonesia #GoodnessOf30

Kembali ke Gallery

1 Like